Beberapa sumber menyebutkan bahwa ancaman ↗perang nuklir ↗semakin meningkat, terutama antara India ↗dan Pakistan, serta konflik antara Iran dan Israel. Para ahli memperingatkan bahwa perang nuklir dapat memiliki dampak ↗yang sangat besar, termasuk kematian massal, kerusakan lingkungan, dan krisis ekonomi global. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, secara terbuka mendesak Amerika ↗Serikat agar menunjukkan pengendalian diri tertinggi dalam hubungannya dengan Moskow. Menurutnya, bahaya konflik nuklir belum benar-benar sirna dan masih menghantui dunia.
Dalam wawancara yang ditayangkan TV Rossiya-1 pada Jumat 26 Desember 2025, Ryabkov menyatakan bahwa meski komunikasi antara Rusia dan Amerika Serikat meningkat, dunia tetap berada dalam posisi rawan, seolah berdiri di bibir jurang kehancuran nuklir. “Risiko konfrontasi ini masih ada dan belum terselesaikan. Banyak hal akan ditentukan oleh langkah pemerintahan Trump ke depan,”ungkapnya. Ryabkov menekankan bahwa Rusia mengharapkan kepemimpinan Amerika Serikat mampu bertindak ↗dengan rasa tanggung jawab tertinggi. Ia menyebut Moskow telah berulang kali mengirim pesan jelas melalui berbagai jalur diplomatik bahwa satu-satunya jalan keluar adalah perundingan yang nyata dan bermakna, bukan retorika ancaman.
Ia juga meminta negara-negara Barat menghentikan spekulasi tentang kapan perang besar akan meledak. Menurutnya, narasi semacam itu hanya mempercepat eskalasi ketakutan global, bukan mencegah konflik. “Saya tidak ingin berspekulasi tentang skenario terburuk. Namun siapa pun yang berharap bisa menundukkan Rusia dalam konflik terbuka bersama koalisi Barat di bawah NATO, telah salah besar,”katanya. Ryabkov mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengalahkan negara pemilik senjata nuklir. Ia menyebut ambisi tersebut bukan hanya mustahil, tetapi juga mematikan.

