Pemimpin Korea ↗Utara Kim ↗Jong Un memperkuat senjata nuklir negaranya di tengah konflik yang memanas di sejumlah wilayah.
Ia menegaskan penguatan kemampuan senjata nuklir ↗itu dapat menimbulkan "penderitaan mental yang amat menyiksa" bagi musuh-musuh Korut↗.
Menurut Korean Central ↗News Agency (KCNA), Kim didampingi oleh pejabat senior Korut serta putrinya saat menyaksikan uji tembak sebuah peluncur roket berkaliber besar yang menembakkan empat ↗misil.
Foto-foto yang dirilis media pemerintah juga menunjukkan Kim dan putrinya, yang dianalisis oleh sejumlah pakar sebagai Ju Ae, saat menyaksikan peluncuran misil itu.
"Hasil dan arti dari uji coba ini akan menjadi sumber penderitaan mental yang luar biasa menyiksa dan ancaman serius terhadap pasukan yang mencoba memprovokasi konfrontasi militer dengan kami," ujar Kim, seperti dikutip AFP.
Menurut pemimpin Korut itu, misil-misil itu mengenai target di perairan dengan jarak sejauh 358,5 kilometer.
Meskipun pengembangan sistem peluncuran roket itu tidak berjalan mulus, Kim menilai uji coba ini sangat penting.
"Uji coba itu bermakna besar dalam meningkatkan efektivitas pencegah strategis kami," ujarnya.
Kim juga akan mengumumkan rencana untuk memperkuat kemampuan nuklir negaranya pada kongres partai yang akan datang, pada Rabu (28/1).
Kongres bersejarah Partai Pekerja Korut yang berkuasa diperkirakan akan digelar dalam beberapa pekan mendatang dan merupakan yang pertama dalam lima tahun.
"Kim mengatakan kongres partai itu akan menjelaskan rencana tahap selanjutnya untuk lebih memperkuat pencegah perang nuklir negara ini," kata kantor berita negara KCNA.
Sementara itu, peneliti utama di Korea Institute for Defense Analyses, Lee Ho Ryung mengatakan bahwa kongres yang akan datang kemungkinan akan melihat KIm mengumumkan "tujuan untuk memaksimalkan kemampuan operasional nuklir negara itu."
"Kim Jong Un telah menggunakan kongres partai sebelumnya untuk menekankan penyelesaian kemampuan nuklir negara ini, dan kali ini dia diperkirakan akan menyatakan bahwa kemampuan itu kini telah mencapai puncaknya," katanya.

