Kenaikan harga Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait dampaknya terhadap harga barang dan inflasi. Namun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengaruh kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut terhadap distribusi barang tidak terlalu besar.
Purbaya menjelaskan bahwa mayoritas kendaraan angkutan barang di Indonesia menggunakan bahan bakar diesel atau jenis BBM lainnya yang berbeda dengan Pertamax. Karena itu, kenaikan harga Pertamax tidak secara langsung meningkatkan biaya logistik nasional.
Baca Juga: Iran Klaim Serang 21 Target Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Kawasan Kian Memanas↗
Menurutnya, kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh perubahan harga Pertamax adalah pengguna kendaraan pribadi yang memang mengandalkan BBM nonsubsidi tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Sementara itu, sektor distribusi barang dinilai masih memiliki dampak yang relatif terbatas.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berbagai kekhawatiran mengenai potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat penyesuaian harga energi. Pemerintah terus memantau perkembangan inflasi dan biaya distribusi untuk memastikan stabilitas harga di pasar tetap terjaga.
Baca Juga: Tragedi di Jasinga: Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu, Pemilik Jadi Tersangka↗
Para ekonom juga menilai bahwa dampak kenaikan BBM terhadap inflasi perlu dilihat berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan oleh sektor-sektor produktif. Jika angkutan barang tidak bergantung pada Pertamax, maka efek berantainya terhadap harga barang konsumsi diperkirakan tidak terlalu signifikan.
Meski demikian, pemerintah tetap diminta memperhatikan daya beli masyarakat karena kenaikan biaya transportasi pribadi dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kelompok pengguna kendaraan yang menggunakan BBM nonsubsidi.
source: Purbaya Bilang Dampak Harga Pertamax Minim: Nggak Dipakai Angkutan Barang↗

