Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ↗kesiapannya untuk membantu ↗upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Presiden ↗Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan telepon pada Minggu (12/4/2026). Wacana ini muncul ↗setelah perundingan intens antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Kremlin mengungkapkan ↗bahwa Putin menegaskan komitmen Rusia untuk berperan aktif dalam meredakan konflik. “Vladimir Putin menekankan kesiapannya untuk terus memfasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik, serta untuk memediasi upaya mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah,” demikian pernyataan Kremlin, seperti dikutip AFP.
Putin sebelumnya juga menyoroti pentingnya penghentian segera aksi militer dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, bukan kekuatan bersenjata. Rusia bahkan disebut terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara Teluk, sebagai bagian dari upaya menurunkan eskalasi.
Di sisi lain, perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026), berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, mengakui kegagalan tersebut setelah 21 jam negosiasi berlangsung.
“Kabar buruknya adalah kami tidak mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu adalah kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa Iran memilih “tidak menerima persyaratan kami,” termasuk tuntutan agar Teheran memberikan komitmen tegas untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. “Kami perlu melihat komitmen yang jelas bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat mencapainya,” tegasnya. Sejumlah isu besar menjadi penghalang utama dalam negosiasi, mulai dari program nuklir Iran hingga kontrol atas Selat Hormuz.
Amerika Serikat menuntut Iran tidak hanya menghentikan ambisi nuklir, tetapi juga tidak mengakses teknologi yang memungkinkan pengembangan senjata tersebut.

