“"Masih banyak yang harus dibenahi. Yang baik diteruskan, yang tidak baik jangan dibenarkan. Karena itu perlu waktu penataan selama satu bulan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.”
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Berbagai temuan tersebut mencakup tata kelola, penyaluran manfaat, hingga pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)↗.
Menurut Zulhas, salah satu perhatian utama adalah ketidaktepatan sasaran penerima manfaat program. Ia menyoroti masih adanya sekolah yang tergolong mampu atau elite yang menerima manfaat MBG, sementara sejumlah sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) justru belum sepenuhnya terjangkau program tersebut.
Baca Juga: Tragedi di Sekolah Filipina, Aksi Penembakan Tewaskan Tiga Orang dan Lukai Lima Lainnya↗
Selain itu, pemerintah juga menemukan berbagai persoalan terkait tata kelola SPPG. Zulhas menyebut adanya dugaan pelanggaran prosedur, termasuk ketidaksesuaian jumlah titik layanan dengan perencanaan awal serta dugaan praktik yang menyebabkan pembengkakan anggaran program.
Aspek keamanan pangan juga menjadi fokus utama evaluasi. Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi kasus keracunan atau pelanggaran standar kebersihan dalam penyediaan makanan bagi peserta program MBG. Karena itu, kualitas dapur dan kepatuhan terhadap standar operasional akan diperketat selama masa pembenahan.
Baca Juga: Puluhan Drone Serbu Langit Moskow, Operasional Empat Bandara Sempat Lumpuh↗
Zulhas meminta jajaran BGN segera melakukan penataan internal secara menyeluruh. Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki efektivitas program, memastikan bantuan tepat sasaran, serta meningkatkan kualitas layanan bagi para penerima manfaat di seluruh Indonesia.
source: Zulhas Ungkap Banyak Masalah di BGN: Internal Dibenahi!↗

